Samul Nori – alat musik traditional Korea

03534-superstock_4029r-384586

 

 

Halo teman-teman di seluruh dunia, ayo kita lihat beberapa instrumen tradisional Korea yang digunakan dalam pertunjukkan musik tradisional. Kita akan  mencoba untuk kembali ke masa lalu untuk mempelajari beberapa sejarah tentang beberapa instrument tersebut.

 

Samul nori

Merupakan model musik perkusi tradisional yang berasal dari Korea . Kata Samul berarti ” empat objek ” dan nori berarti ” bermain ” ; Samul Nori dilakukan dengan empat alat musik tradisional Korea :

 

  1.  Kkwaenggwari ( gong kecil )

Kkwaenggwari adalah gong datar kecil yang digunakan terutama dalam musik traditional Korea . Alat music ini terbuat dari kuningan dan dimainkan dengan tongkat keras . Instrumen ini menghasilkan nada logam khas bernada tinggi yang menerobos masuk ke dalam timbre ketika menabrak cymbal – seperti ketika terbentur dengan keras .

c6503-viraa

 

  1.   Jing ( gong besar )

Jing adalah gong besar yang digunakan dalam musik tradisional Korea , khususnya di Samul Nori , Pungmul , dan Daechwita . Biasanya terbuat dari kuningan , yang dipukul oleh palu yang berlapis dengan kain lembut untuk merapikan tekstur suara yang dihasilkan . Alat musik ini biasanya dimainkan pada awal upacara dan acara khusus . Biasanyal dipukul dengan tongkat besar , empuk tongkat dan nadanya akan sedikit turun bila dipukul dengan lebih tegas .

 

1263b-larg

 

  1. Janggu ( drum berbentuk jam pasir )

Janggu ( atau Janggo , juga biasanya disebut Suling ) atau kadang-kadang disebut Seyogo (genderang pinggang yang tipis) adalah drum yang paling banyak digunakan dalam musik tradisional Korea . Terdapat dalam banyak jenis , dan terdiri dari sebuah tabung berbentuk jam pasir dengan dua kepala yang terbuat dari kulit binatang . Kedua kepalanya akan  menghasilkan suara dari sisi yang berbeda dan timbre(bagian atas dan bawah) , yang ketika dimainkan bersama diyakini mewakili harmoni pria dan wanita .

 

c07aa-juu

 

 

  1. Buk ( drum barel mirip dengan drum bass )

Buk adalah drum tradisional Korea . Sementara buk adalah istilah kata Korea asli yang digunakan sebagai istilah umum yang berarti “drum ” ( kata Sino – Korea yang pergi ) , yang paling sering digunakan untuk merujuk pada dangkal dari drum itu sendiri(bagian dasar drum) , dengan tubuh kayu bulat yang tertutup pada kedua ujungnya dengan kulit. Buk kulit hewan dikategorikan sebagai hyeokbu yang merupakan instrumen dibuat dengan kulit , dan telah digunakan untuk jeongak (musik pengadilan Korea ) dan musik rakyat.

d2b0e-nuk

 

 

 

Kata Samul nori berakar dari kata nong – ak ( arti secara harfiah  : ” musik petani ” ) , sebuah genre musik rakyat Korea yang terdiri dari  akrobat , tarian rakyat , dan ritual yang secara tradisional dilakukan di desa-desa pertanian padi untuk memastikan dan merayakan hasil panen yang baik . Secara khusus , kata Samul Nori berasal dari kata Pungmul utdari (dukun upacara irama dari provinsi Gyeonggi -do dan provinsi Chungcheong di Korea Selatan ) , serta genre musik rakyat dari Yeongnam dan Honam udo, dikombinasikan dengan improvisasi kontemporer , elaborasi , dan modifikasi.  Fenomena nong – ak tidaklah hanya penting dalam animisme tradisional dan perdukunan Korea, tetapi juga menunjukkan pengaruh dari Buddhisme Korea. Selain itu nong – ak sering digunakan dalam penggunaan instrumen angina dalam suatu pertunjukkan.

7e7ad-korean_music-nongak-03

–          Nong – ak

Masing-masing dari empat instrumen mewakili kondisi cuaca yang berbeda : Janggu mewakili hujan , kkwaenggwari mewakili Guntur/petir , jingthe mewakili angin , dan buk mewakili awan mendung. Ide Yin dan Yang juga tercermin dalam instrumen ini : the buk dan Janggu ( kulit ) mewakili suara bumi, sedangkan jing dan kkwaenggwari ( logam ) mewakili suara dari langit. Meskipun umumnya dilakukan di dalam ruangan, sebagai music tradisional yang dipentaskan, Samul Nori juga menggambarkan budaya tradisional Korea, masyarakat pertanian yang berakar pada lingkungan alam. Samul Nori ditandai dengan music yang kuat, irama beraksen, gerakan tubuh yang dinamis , dan semangat yang energik. Samul nori telah mendapatkan popularitas internasional , dengan banyaknya band Samul Nori dan kamp-kamp di seluruh dunia . Sejak 1980-an di Korea Selatan , telah terjadi peningkatan tajam dalam jumlah musik fusion , menggabungkan Samul Nori dan music Barat. Instrumen Samul nori juga banyak digunakan dalam musik Korea ” Nanta “.

 

 

by : Leontius Jesse Putra

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s